Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi – Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi berhasil naik peringkat pada Klasterisasi Perguruan Tinggi. Saat ini kampus merah putih tersebut berada pada urutan 340. Padahal tahun 2019 masih menempati posisi 368-369. Bahkan kampus yang telah terakreditasi B itu menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) satu-satunya di Banyuwangi yang berada pada klaster 4, sementara PTS sekitar yang ada di Banyuwangi berada pada klister 5. Artinya dari sudut area, Untag Banyuwangi menjadi PTS terbaik di Banyuwangi;.
Pemeringkatan Klasterisasi Perguruan Tinggi itu ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2020. Tidak tanggung-tanggung, klasterisasi tahun ini diikuti oleh 2.136 perguruan tinggi di Indonesia.
Wakil Rektor III Bidang Penelitian, Pengabdian, Kelembagaan, dan Kerjasama Untag Banyuwangi Dr Herdiana Dyah Susanti MT mengatakan, hasil pemetaan Kemendikbud itu merupakan bentuk penyediaan informasi kepada masyarakat umum tentang kualitas kinerja Untag Banyuwangi dalam perannya melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Herdiana menambahkan, pemberian nilai klasterisasi tersebut berdasarkan capaian perguruan tinggi terhadap setiap indikator pada masing-masing aspek. Jika dilihat pada klaster 4, Untag Banyuwangi berhasil menempati urutan ke -194 dari 400 perguruan tinggi pada klaster tersebut. “Untag Banyuwangi masih yang terbaik di Banyuwangi,” tegasnya.
Berbagai informasi terkait kinerja perguruan tinggi Indonesia, lanjut Herdiana, dipetakan berdasarkan empat aspek utama. Keempat aspek itu adalah mutu sumber daya manusia (SDM) dan mahasiswa (input), pengelolaan kelembagaan perguruan tinggi (proses), capaian kinerja jangka pendek yang dicapai oleh perguruan tinggi (output), dan capaian kinerja jangka panjang perguruan tinggi (outcome). Nah, salah satu upaya Untag Banyuwangi untuk memperkuat aspek SDM adalah dengan bertambahnya dosen berpendidikan S3. “Saat ini Untag memiliki lima dosen bergelar doktor,” ungkapnya.
Menurut Herdiana, kenaikan peringkat itu semakin memotivasi Untag Banyuwangi untuk berupaya mendukung aspek pengelolaan kelembagaan perguruan tinggi. Aspek proses tersebut
di dalamnya terdapat indikator jumlah prodi melaksanakan program merdeka belajar. “Saat ini, Untag Banyuwangi sedang mempersiapkan pelaksanaan program Kampus Merdeka – Merdeka Belajar pada semester berikutnya,” imbuhnya.
Kampus Merdeka-Merdeka Belajar merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Program itu bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menentukan mata kuliah yang akan mereka ambil.
Bentuk Merdeka Belajar itu, kata Herdiana, mahasiswa yang kuliah di Untag Banyuwangi bisa mengikuti seluruh proses pembelajaran dalam program studi pada Perguruan Tinggi sesuai masa dan beban belajar. Pilihan lainnya mereka dapat mengikuti proses pembelajaran di dalam program studi untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar dan sisanya mengikuti proses pembelajaran di luar program studi. “Jadi mahasiswa Untag Banyuwangi diberi kebebasan untuk memilih belajar menambah kompetensi lain selama tiga semester di luar kampus, misalnya pada BUMN, perusahaan, desa, maupun perguruan tinggi yang telah bekerjasama dengan Untag Banyuwangi,” jelasnya.
Keberhasilan lain yang telah dicapai Untag Banyuwangi dalam indikator kinerja inovasi, yaitu pendampingan yang diberikan Inkubitek Untag Banyuwangi terhadap Usaha Menengah dan Kecil Menengah (UMKM) dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan. Salah satu output yang dicapai pada tahun 2020 adalah keluarnya izin dari BPOM kepada salah satu UMKM binaan Inkubitek Untag Banyuwangi, yaitu CV Kelorwangi Berkah Melimpah. “Dengan perkembangan seperti itu, maka distribusi produk bisa semakin luas dan dapat menjangkau beberapa toko ritel maupun reseller,” tutur Herdiana.

(Source : Radar Banyuwangi, 18 September 2020)

X