Untuk kali kedua Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi menggelar prosesi wisuda di masa pandemi Covid-19, Sabtu (14/11). Sebanyak 263 wisudawan dari sepuluh program studi (Prodi) mengikuti prosesi Wisuda Sarjana ke-39  periode 1 tahun akademik 2020/2021 di auditorium dengan protokol kesehatan yang ketat.

Dari 263 wisudawan tersebut 54,75% meraih IPK 3,5 – 4.00. Demikian pula yang berhasil menyelesaikan studinya kurang dari 4 tahun (3,8 bulan hingga 4 tahun) sebanyak 71,1%. Sebuah angka yang cukup besar dan membanggakan.

Demi mematuhi protokol kesehatan, acara dibagi dua sesi. Wisuda sesi pertama dilakukan pagi hari mulai pukul 08.00 dan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB. Sedangkan wisuda sesi kedua kembali digelar mulai pukul 12.30 hingga berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Dalam wisuda kali ini, orang tua wisudawan tidak diundang, panitia telah menyediakan layanan zoom meeting dan live Channel Youtube Untag untuk menonton jalannya sidang wisuda. Paduan Suara tampil secara virtual melalui layar megatron membawakan Gema dan Hymne Universitas.

Para wisudawan, undangan, dan panitia mengenakan masker dan pelindung wajah. Sarung tangan karet juga dipakai oleh petugas yang melayani wisudawan. Sebelum masuk gerbang, mereka diukur suhu badannya. Wajib cuci tangan sebelum masuk gedung dan disemprot hand sanitizer sebelum masuk auditorium.

Dalam pidatonya, Rektor Andang mengatakan, wisuda sarjana merupakan momen yang membahagiakan bagi para mahasiswa dan keluarganya. Sebab, menandai kelulusan studi seorang  mahasiswa. “Kali ini wisuda sangat berbeda dari biasanya, karena mengikuti standar protokol kesehatan yang ketat, wisuda yang penuh keprihatinan, wisuda dengan kebiasaan baru,” tuturnya.

Andang mengucapkan selamat kepada para wisudawan. Dia bersyukur dan bangga dengan prestasi akademik para wisudawan kali ini. Wisudawan terbaik meraih IPK 4.0. “Hal ini menandai bahwa sistem pembelajaran di Untag Banyuwangi semakin profesional, terpercaya, dan menjanjikan.” Jelasnya.

Mengakhiri pidatonya, Andang mengutip kalimat Soekarno,” Barangsiapa ingin mutiara, haruslah berani terjun ke dalam lautan yang dalam”. “Kepada para wisudawan, carilah mutiara itu, semoga Tuhan Yang Maha Esa memudahkan jalan kalian,” pesan rektor.

Setelah mengukuhkan para sarjana, Rektor Untag  memberikan penghargaan kepada lulusan tercepat dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik tingkat universitas dan fakultas. Pada saat pemberian penghargaan, orang tua/wali wisudawan terbaik yang menyaksikan melalui zoom meeting ditampilkan dalam layar megatron di Audtitorium.

Predikat lulusan IPK tertinggi universitas diraih Hadi Prayitno putra dari Hapid. Dia meraih IPK 4.00. Selain paling tinggi IPK-nya di Prodi Hukum, Hadi juga menempuh masa studi tercepat hanya 3 tahun 11 bulan. Sedangkan predikat lulusan tercepat universitas disandang oleh Nur Insiyah putri dari Misdi, Prodi Manajemen. Dia menempuh masa studi hanya 3 tahun 8 bulan 14 hari dengan IPK 3,83. Tentunya dia juga menjadi lulusan tercepat di prodinya.

Sementara itu, predikat lulusan IPK tertinggi prodi Teknil Sipil diraih oleh Khayumul Hikmah putri dari Syamsul Hadi 3,61. Dia juga menyabet predikat lulusan masa studi tercepat di prodinya hanya 3 tahun 10 bulan. Sugeng Widodo putra dari Sugiono, Prodi Teknik Industri, dengan IPK 3,68. Dia juga meraih predikat lulusan masa studi tercepat di prodinya hanya 3 tahun 11 bulan. Sari Nur ‘Aini putri dari Abdul L Madjid, Prodi Administrasi Publik meraih IPK 3,79. Dilla Agustin Budiarty putri Budiyanto, Prodi Manajemen dengan IPK 3,97. Camelia Farisca Ayu putri dari Iskandar, Prodi Agroteknologi meraih IPK 3.88. Haula Karima Akbar, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris putri Gunarso dengan IPK 3.91

Ada pun predikat lulusan masa studi tercepat prodi Agroteknologi diraih oleh Ahmad Aqil Fikri  putra dari Drs H Zainullah SH MH menempuh masa studi hanya 3 tahun 11 bulan 15 hari dengan IPK 3,81. Delia Nurul Karisma putri dari Tohak, Prodi Ilmu Perikanan menempuh masa studi 3 tahun 11 bulan 24 hari dengan IPK 3,92. Safitri Aulia putri dari Syaiful Bahri, Prodi Pendidikan Sejarah, menempuh masa studi 3 tahun 11 bulan 18 hari. Sukmawati Wahyunisasi putri dari Sumari, Prodi Pendidikan Biologi, menempuh masa studi 3 tahun 11 bulan 14 hari, dengan IPK 3,81. Devinia Hepdian Safitri putri dari Mohammad Syafi’i, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, menempuh masa studi 4 tahun, dengan IPK 3,95.(*)

 

X