Dalam rangka memenuhi kekosongan perangkat desa dan seleksi staf, beberapa desa melalui  tata pemerintahan desa (Tapemdes) Pemkab Banyuwangi bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus Banyuwangi menyelenggarakan Test Seleksi Perangkat dan Staff Desa. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari hasil kesepakatan bersama antara Bupati dengan Untag Banyuwangi. Seleksi ini untuk mengisi kekosongan perangkat Desa dan staff dibeberapa desa di Kabupaten Banyuwangi, diantaranya Desa Tambong Kecamatan Kabat, Desa Sumberberas Kecamatan Muncar, Desa Sukonatar Kecamatan Srono, dan Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar.

Kepercayaan yang diberikan kepada PPPM Untag Banyuwangi, menurut Pak Fredy dari Kasubag Tapemdes Pemkab Banyuwangi sebagai upaya panitia desa untuk menjaga netralitas seleksi dalam bentuk test seleksi yang bersih dan akuntabel dengan melibatkan pihak ketiga, dan kami rekomendasikan dari akademisi Untag Banyuwangi, ujarnya.

Menurut Fredy juga hal itu sudah sesuai dengan Perbup Banyuwangi Nomor 10 Tahun 2019 tentang Perangkat Desa dimana dalam hal penjaringan dan penyaringan di pasal 11 ayat 2 panitia dapat bekerjasama dengan pihak ketiga, dan akademisi dari Untag dipandang kompeten menjalankan tugas tersebut, pungkasnya.

Sesuai dengan tahapan yang telah disusun oleh Panitia Desa diadakan Penetapan Calon Perangkat Desa dari seluruh bakal calon yang telah mendaftar. Bakal calon yang lolos administrasi ditetapkan sebagai Calon Perangkat Desa untuk selanjutnya berhak mengikuti proses seleksi perangkat desa yang dilaksanakan melalui ujian tertulis, wawancara dan kemampuan komputer

Disampaikan oleh Kepala PPPM Untag, Dian Arief Pradana, M.Pd, bahwa test dilaksanakan dengan profesional, bersih dan akuntabel oleh Tim PPPM yang diharapkan mampu memilih calon-calon perangkat desa yang kompetitif dan mampu melaksanakan amanah dengan baik dan memilih staf yang terampil dan berkarakter, sesuai kebutuhan masyarakat desa. Hasil diserahkan oleh ketua PPPM Untag kepada Panitia Seleksi Desa dihari yang sama dan sekaligus diumumkan oleh panitia seleksi kepada seluruh peserta di desa masing-masing, agar tidak muncul persepsi ada permainan antar pihak. Ini sebagai wujud Tridharma Perguruan Tinggi, karena kami juga punya tanggungjawab mewujudkan IPM masyarakat Banyuwangi, seperti yang dicita-citakan Bupati dan kita semua. Dilihat dari mayoritas peserta seleksi baik perangkat dan staff, adalah sarjana dari berbagai disiplin ilmu yang dipersyaratkan panitia, dan peminatnya juga cukup banyak, ini menandakan ada semangat baru kader-kader potensial desa untuk mengabdi membangun desanya, Dian juga memberikan masukan kepada Kepala Desa, agar yang tidak diterima bisa diberikan ruang lain, seperti Bumdes dan Karang Taruna desa agar potensi mereka bisa dimaksimalkan tanpa harus keluar dari desa,

X