Belum genap sebulan Bupati Ipuk Festiandani menjadi Bupati Banyuwangi, beliau sudah mendapatkan hadiah berupa buku kumpulan Surat Untuk Bupati Banyuwangi. Hasil lomba yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi dalam rangka Untag Banyuwangi Fiesta (UBF), yang merupakan event tahunan yang diselenggarakan untuk mewadahi kreativitas mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 sekaligus ajang promosi kampus Untag 1945 Banyuwangi.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya UBF (Untag Banyuwangi Fiesta) kali ini banyak diselenggarakan dengan virtual, mengingat kondisi pandemi yang masih menggenggam erat tangan masyatakat Banyuwangi. Begitu pula dengan lomba-lomba yang diadakan oleh tiap-tiap Unit Kegiatan Mahasiswa di Untag dalam keikutsertaannya dalam Untag Banyuwangi Fiesta hampir keseluruhan mengadakan kegiatan secara daring.

Muttafaqur Rohmah; Pembina UKM Literasi sekaligus Kepala Untag B-Press; Pusat Penerbitan dan Publikasi Untag Banyuwangi yang sedianya menerbitkan buku kumpulan Surat Untuk Bupati Banyuwangi ini menyampaikan bahwa dengan banyaknya surat yang masuk, banyak pula pemikiran-pemikiran baru, sumbangsih, celoteh, dan curhatan masyarakat Banyuwangi. Pihaknya menambahkah bahwa banyak peserta yang menuliskan suratnya dengan diawali rasa syukur mengikuti lomba menulis surat untuk Bupati Banyuwangi ini, sebab berkesempatan untuk bercengkrama dengan Ibu Bupati Banyuwangi meski hanya lewat tulisan saja.

Rektor Untag Banyuwangi menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh UKM Literasi ini adalah kegiatan yang mulia dan lomba menulis surat untuk Bupati Banyuwangi ini idenya sangat cemerlang. Pihaknya yakin surat-surat yang telah ditulis orisilitasnya tinggi, yang berangkat tidak hanya sisi otak atau pemikiran tapi juga dari hati. Apapun yang disuarakan oleh masyarakat Banyuwangi; mahasiswa, siswa, dan lainnya tentu adalah sesuatu yang positif. Oleh karena itu, di samping ini kegiatan yang menumbuhkan tradisi menulis untuk masyarakat banyak di Banyuwangi, sekaligus isinya, substansinya yang berisi gagasan-gagasan segar, siapa tahu bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menjalankan amanahnya ke depan. Andang Subahariyanto percaya bahwa kegiatan ini banyak manfaatnya untuk menumbuhkan tradisi berliterasi dan menulis yang menjadi pilar masyarakat modern.

Menurut Andang, kegiatan Untag Banyuwangi Fiesta (UBF) di-created karena terinspirasi Banyuwangi Festival (B-Fest). Banyuwangi Festival adalah satu event, wadah silaturahmi serta komunikasi dari banyak pihak sekaligus bisa menjadi ajang kreasi. Spirit dan inspirasi inilah yang diadaptasi Andang dan dibawa ke kampus Untag 1945 Banyuwangi dikreasikan bersama para pembina Unit Kegiata Mahasiswa di Untag Banyuwangi yang menawarkan gagasan melalui lomba-lomba ataupun kegiatan lainnya untuk masyarakat Banyuwangi.

Untag Banyuwangi Fiesta mencoba memberikan edukasi, hal-hal kreatif, serta terus mendorong tumbuhnya proses pendidikan di Banyuwangi. Sehingga keberadaan Untag Banyuwangi mampu membantu jalannya proses pendidikan di Banyuwwangi. Gurauan Andang, “Kalau Pak Anas punya B-Fest, maka Untag Banyuwangi punya Untag Banyuwangi Fiesta”

Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan UKM Literasi Untag Banyuwangi, untuk meningkatkan minat menulis anak-anak muda di Banyuwangi, terutama menulis yang menghasilkan gagasan yang berguna tidak hanya untuk dirinya tapi juga bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Pihaknya juga berharap semua pihak mendorong budaya menulis dan diwariskan sejak dini. Dengan menulis dapat meninggalkan jejak sejarah.

Ipuk juga berharap kegiatan ini bisa dilakukan oleh seluruh kampus di Kabupaten Banyuwangi, bahkan mungkin SMA dan SMP. Kegiatan ini memang baru Untag Banyuwangi yang mengadakan. Namun, Ipuk berharap dapat kegiatan-kegiatan serupa bisa dilakukan oleh kampus-kampus dan sekolah-sekolah yang lain.

Tulisan memberikan dampak yang besar, satu peluru hanya mampu menembus satu kepala, tapi satu tulisan mampu menembus ribuan bahkan jutaan kepala, inilah dampak menulis, juga membuat orang memberi tafsir atau makna menggunakan pikiran, imajinasinya, dan kemudian menggerakkannya menjadi tindakan yang nyata. Dari tulisan-tulisan ini akan muncul ide-ide baru, akan muncul reaksi-reaksi baru. Dalam kesempatan itu pula, Ipuk menyambut baik hasil lomba menulis surat untuk Bupati Banyuwangi. Ipuk berjanji akan membaca satu persatu surat yang dikirimkan kepadanya serta menjadi dokumentasi sekaligus aspirasi yang akan beliau upayakan semaksimal mungkin untuk indaklanjuti dan menjadi panduan bagi Ipuk dan Sugirah dalam mempertahan dan dan meningkatkan capaian kinerja yang telah dicapai Banyuwangi dan mudah-mudah bisa menjadikan buku ini sebagai masukan, kritikan, agar bisa memahami aspirasi rakyat melalui buku yang sudah ditulis oleh para peserta. Ipuk menyampaikan banyak terima kasih dan buku ini adalah bentuk perhatian kepadanya juga Sugirah yang baru menjabat menjadi bupati dan wakil bupati, ungkapnya sebelum me-launching buku kumpulan Surat Untuk Bupati Banyuwangi.

Cover Buku Surat Untuk Bupati Banyuwangi

Menutup diskusi, launching, dan bedah buku melalui meeting online ini Muttafaqur selaku penanggung jawab pada kegiatan ini menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan dewan juri yang terdiri atas Dewan Kesenian Blambangan Komite Bahasa dan Sastra Mohammad Saiful, dosen Bahasa Indonesia IAIN Jember Arik Fajar Cahyono, dan copy writer Radar Banyuwangi Desy Ariyani. Pihaknya juga melaporkan sebanyak 435 yang mendaftar, namun hanya 218 yang mengirimkan surat ke meja panitia. Selain diikuti oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, lomba ini juga diikuti oleh mahasiswa Poliwangi, IAIN Jember, Unmuh Jember, SDS Pesona Astra, bapak ibu guru beserta siswa-siswinya dari SMAN Banyuwangi, SMAN 1 Srono, SMAN 1 Rogojampi, SMKN 1 Glagah, SMK Gajah Mada, SMAN 1 Wongsorejo, SMA Muhammadiyah 2 Genteng, SMA Fullday Sunan Ampel, SMAN 1 Cluring, bahkan pengajar bimbel Primagama, serta lainnya juga tidak mau ketinggalan untuk ambil bagian menyuarakan perasaan dan pemikiran untuk ibu bupati dan pemerintahan Kabupaten Banyuwangi.

 

X