BANYUWANGI – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi kembali membuat gebrakan. Bekerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III, pihak Untag meresmikan pusat edukasi dan informasi pajak alias tax center di kampus merah putih (8/5).

Peresmian tax center tersebut dirangkai seminar perpajakan dan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Untag dan Kanwil DJP Jatim III. MoU juga dilakukan antara Untag dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI). Dengan MoU tersebut, Untag dipercaya untuk memfasilitasi penyelenggaraan pelatihan profesi konsultan perpajakan yang bersertifikat. Pelatihan profesi konsultan perpajakan ini penting, khususnya bagi mahasiswa program studi akuntansi untuk meningkatkan keahliannya dalam bidang perpajakan, sekaligus untuk menambah isian Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) saat lulus nanti.

Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh Rektor Untag Andang Subahariyanto, Kepala Kanwil DJP Jatim III Rudy Gunawan Bastari, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banyuwangi Yunus Darmono, dan Ketua Cabang Ikatan Konsultan Perpajakan Indonesia (IKPI) Malang Agus Sambodo. Hadir pula kepala KPP Pratama asal Situbondo dan sejumlah KPP Pratama daerah lain di Jatim.

Rektor Andang mengatakan, pihaknya melibatkan para mahasiswa sebagai pengurus tax center di kampus yang berlokasi di jalan Adi Sucipto Banyuwangi tersebut. Sedangkan pembina tax center merupakan dosen yang memiliki keahlian di bidang perpajakan.

Dikatakan, tax center ini bisa membantu proses perpajakan di Bumi Blambangan. Selain membantu menyosialisasikan aspek perpajakan termasuk regulasinya, tax center juga bisa membantu edukasi bahwa pajak yang dibayar oleh masyarakat bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk semua warga negara Indonesia. “Jika pembayaran pajak lancar, negara akan kuat dan bisa memenuhi cita-cita kemerdekaan, keadilan sosial,” kata dia.

Selain itu, imbuh Andang, keberadaan tax center tersebut juga merupakan salah satu bentuk implementasi tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian pada masyarakat. “Selain sebagai media edukasi, khususnya di bidang perpajakan, tax center ini juga akan melecut mahasiswa melakukan penelitian di bidang perpajakan. Juga sebagai media pengabdian kepada masyarakat, misalnya dengan menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang perpajakan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJP Jatim III Rudy Gunawan Bastari mengatakan, tax center merupakan pusat informasi, pendidikan, dan pelatihan perpajakan yang memiliki peran signifikan dalam mewujudkan masyarakat yang mengerti hak dan kewajiban perpajakan. Tax Center pada Untag Banyuwangi menurut berupa asistensi pelaporan dan penyuluhan perpajakan kepada civitas academica dan masyarakat Banyuwangi. “Tax Center ini wujud komitmen kami untuk menyediakan wadah sekaligus mendorong penyelenggaraan dalam bidang perpajakan,” jelasnya.

Tax Center ini juga menjadi tempat pengkajian, penelitian, dan sosialisasi di lingkungan perguruan tinggi dan masyarakat. Ke depan peran aktif mahasiswa sebagai relawan pajak dapat mengaplikasikan pengetahuan perpajakan dan menjadi bekal pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat. Ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pajak bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Dengan adanya Tax Center di Untag Banyuwangi ini diharapkan mahasiswa yang merupakan calon wajib pajak (WP) di masa mendatang dapat lebih memahami berbagai peraturan perpajakan. Sehingga nantinya mereka membayar dan melaksanakan kewajiban dalam melaporkan pajaknya. “Kami berharap dapat menciptakan agent of information dan agent of change di lingkungan perguruan tinggi dan masyarakat sehingga dapat memaksimalkan upaya pencapaian penerimaan pajak,” katanya.

Sementara itu, pada kesempatan menjadi key note speaker Seminar Perpajakan di kampus Untag, Rudy menuturkan, pajak yang dibayar kepada negara akan seluruhnya dikembalikan kepada rakyat. “Jangan ada lagi pandangan pajak merupakan musuh atau ancaman. Sebaliknya, pajak adalah harapan untuk kemajuan bangsa,” serunya.

Rudy mengatakan, penerimaan pajak secara nasional pada tahun 2017 mencapai Rp 1.151,13 triliun. Realisasi pajak tersebut mencapai 89,68 dari target. Meski gagal mencapai 100 persen target, namun pertumbuhan penerimaan pajak tahun lalu tumbuh 15,85 persen dibanding tahun sebelumnya.

Penerimaan pajak di seluruh wilayah Kanwil DJP Jatim III menduduki peringkat kedua nasional di bawah Banten. Di antara 15 KPP di wilayah DJP Jatim III, penerimaan pajak sembilan KPP mencapai 100 persen lebih alias melampaui target. Bahkan, penerimaan pajak KPP Pratama Banyuwangi masuk dua besar tertinggi di lingkungan Kanwil DJP Jatim III. (radar banyuwangi)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X