Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi kembali terpilih sebagai penyelenggara Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Se-Besuki Raya (SBMPTBR) tahun 2018.

SBMPTBR tersebut merupakan hasil kerjasama Universitas Jember (Unej) dengan  Perguruan Tinggi (PT) swasta di wilayah Banyuwangi, Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Probolinggo.

Sebanyak 400 calon mahasiswa peserta SBMPTBR menjalani ujian tulis di kampus Untag– kemarin (19/7). Tahun ini, keempat kalinya Untag terpilih sebagai tempat ujian tulis. Peserta SBMPTBR di Untag terdiri dari kelompok sosial-humaniora (SOSHUM) sejumlah 220 peserta dengan 11 kelas, serta kelompok science dan teknologi (SAINTEK) sebanyak 180 peserta ujian dengan 9 kelas.

Koordinator Panitia Pusat Universitas Jember (Unej) Dr. Triwahju Hardianto,S.T.,M.T. mengatakan pelaksaan hari ini sangat tertib, meskipun ada peserta yang tidak membawa nomor karena file pdf rusak, tetapi panitia Unej dapat segera mengirimkan file untuk segera dicetak. Sehingga peserta dapat langsung mengikuti ujian.

Lebih lanjut, Triwahju menyampaikan tidak ada perbedaan pelaksanaan dari tahun kemarin. “Peserta yang mengikuti SBMPTBR adalah lulusan SMA/SMK/Se derajat yang lulus 3 tahun terakhir, dan total tahun ini hampir mencapai 6000 peserta.” katanya.

Dari tahun ke tahun respon di Untag Banyuwangi semakin baik, termasuk fasilitas dan sarana prasarana untuk peserta. “Melihat Aula yang dimiliki Untag juga luas, bisa dimanfaatkan tahun depan untuk tambahan peserta” ujar Pemonev SBMPTBR, Ir. Giyarto,M.Sc

Sementara itu, Wakil Rektor I Untag Banyuwangi, Dr. Ir. Erika Saraswati,M.P menuturkan untuk tahun ini secara kepanitiaan lebih simple dari tahun lalu, PTS tidak ada kewajiban mempromosikan karena sudah ditangani oleh panitia pusat Unej. “Tetapi kami memberi kesempatan bagi  mahasiswa yang tidak diterima di Unej dapat memilih dan mendaftar di Untag Banyuwangi.”

Para peserta SBMPTBR juga mendapat keistimewaan lain. Mereka yang memilih Untag sebagai salah satu pilihannya, berhak mendapat potongan biaya pengembangan sebesar 25 persen dari total biaya pengembangan yang harus dibayar Untag gelombang kedua dan gratis biaya pendaftaran. Sedangkan bagi peserta yang tidak memilih Untag sebagai salah satu pilihan, tetap mendapat subsidi tetapi dikenakan biaya pendaftaran.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X