Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 31 tahun 2018 (30-1/9). Tim PKM Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Banyuwangi turut hadir dan bergabung menjadi bagian hajat besar di bidang akademik bagi perguruan tinggi di Indonesia itu.

Tim PKM UNTAG  (Nikmatul, Angie, Yohana)

Untuk pertama kalinya, nama UNTAG Banyuwangi berada diantara 136 PTN/PTS se Indonesia yang menjadi peserta PIMNAS tahun ini. Sangat membanggakan ketika tiga mahasiswi kampus merah putih di ujung timur pulau Jawa, mampu lolos menuju PIMNAS dengan penelitiannya. Mereka adalah Putri Angie Lestari (FKIP/Bahasa Inggris), Nikmatul Keumala Nofa Yuwono (Fakultas Hukum), dan Yohana Kresensia Ygo (FKIP/Bahasa Inggris). Berbekal riset dengan judul DITCY (Digital Tree Literasi), sebuah pohon literasi digital yang dikembangkan menjadi sebuah template. Sample penelitian dilaksanakan di SMPN 2 Glagah, template tersebut memudahkan siswa untuk belajar bahasa Inggris dengan lebih menarik dan menyenangkan. Mereka mendapatkan kesempatan untuk presentasi dan membuat poster hasil riset untuk dinilai oleh dewan juri.

 

Seluruh peserta PIMNAS bersama tim official hadir dalam upacara Pembukaan PIMNAS 31 tahun 2018 di GOR UNY (30/9). Tampilan paduan suara dengan kostum bertema bhineka tunggal ika, semakin memperkuat semangat seluruh peserta untuk mengikuti perhelatan akbar tersebut. Marching Band memasuki GOR UNY dengan lagu Yogyakarta milik Kla Project mengiringi 136 tim defile PTN/PTS memasuki GOR UNY. Tampilan pakaian adat dari sabang sampai merauke dikenakan tim defile dengan membawa panji kebangaan universitas masing-masing. Membuat penonton yang berada di tribun GOR UNY ikut menyanyikan lagu itu dengan perasaan bangga bisa berada di kota gudeg untuk berkompetisi di PIMNAS. Dengan menggunakan kostum duta daerah Jebeng Thulik Banyuwangi, defile UNTAG Banyuwangi yang diwakili oleh Duta Kampus Septi Diah dan Dwi Dendi turut mengibarkan panji UNTAG Banyuwangi.

Mengawali pembukaan PIMNAS, Menristekdikti menerima Piala Pimnas dari Rektor Universitas Brawijaya, Prof  Nuhfil Hanani, sebagai juara bertahan Pimnas ke-30. Lalu, piala diserakan ke Rektor UNY, Prof Sutrisna Wibawa, sebagai tuan rumah.

Menristekdikti, Prof Mohamad Nasir, secara resmi membuka Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Prof Naisr menembakkan panah ke balon-balon target yang akhirnya menerbangkan bendera Merah Putih sebagai tanda dibukanya PIMNAS. Secara khusus, ia mengamanahkan agar karya-karya ilmiah yang dihadirkan di Pimnas ke-31 mampu ditelurkan menjadi inovasi.

Ia menilai, selama ini hasil-hasil Pimnas di perguruan tinggi masih bersifat karya-karya ilmiah. Baik itu kewirausahaan, teknologi, sosial huma- niora, eksakta, semua dirasa masih cukup selesai di penelitian. Sehingga indeks kompetitif global generasi bangsa cenderung rendah.

Melalui Pimnas, mahasiswa-mahasiswa diajak untuk senantiasa berpikir secara kritis, dituntut mampu menganalisis data, dan memahami cara menjadi peneliti.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X