Tim PKM Untag Banyuwangi Putri Angie Lestari (FKIP/Bahasa Inggris), Nikmatul Keumala Nofa Yuwono (Fakultas Hukum), dan Yohana Kresensia Ygo (FKIP/Bahasa Inggris) mendapat kesempatan presentasi di hari kedua (31/08).  Mereka berada dalam kelas Program Kreatifitas Mahasiswa – Penelitian Sosial Humaniora 2 (PKM-PSH2)  dengan 20 peserta. Sistem komputer yang memilih peserta secara acak memunculkan nama Putri Angie – UNTAG Banyuwangi tepat 30 menit sebelum jeda istirahat.

Dalam kesempatan presentasi selama 10 menit dihadapan tiga dewan juri, Nikmatul Keumala Nofa Yuwono mengawali paparan dengan menyampaikan bahwa Indonesia masih ketinggalan jauh dalam hal literasi. Sedangkan minat baca secara global, Indonesia urutan ke 60 dari 61 negara yang di survei, dengan jumlah 0-0,001 buku yang dibaca pertahun, sedangkan Eropa dan Amerika 25-27 buku pertahun dan Jepang 15-18 buku pertahun. Inilah yang membuat mereka tertantang.

Selama ini pohon literasi menjadi sebuah fasilitas yang dimanfaatkan untuk mengembangkan literasi, namun masih dalam konsep  sederhana. Oleh karena itu, DITCY (Digital Tree Literasi) dikembangkan dengan menggunakan template DITCY dan bahan ajar. Manfaatnya untuk membangun kebiasaan dan kemandirian siswa dalam belajar bahasa Inggris.

Puteri Angie melanjutkan paparan riset timnya, dengan menjelaskan tentang metode penelitian yang digunakan, serta pengembangan pohon literasi digital dengan menggunakan template.

Yohana mendapat kesempatan untuk menyampaikan tentang luaran dari penelitian mereka yang meliputi bahan ajar, sosialisasi pada MGMP bahasa Inggris, publikasi di media, dan presentasi di International Conference on Education and Learning (ICEL) di Kuta Bali pada 5-7 Nopember.

10 menit berlalu, tim PKM Untag Banyuwangi menyelesaikan presentasi. Selanjutnya dewan juri memberi respon atas riset mereka selama 15 menit seperti halnya peserta yang lain. Kesempatan ini menjadi sesi sharing dan diskusi antara peserta dan dewan juri, agar peserta mendapat masukan atas riset yang mereka lakukan.

Meski pada akhirnya Tim PKM Untag Banyuwangi belum berkesempatan membawa pulang medali PIMNAS 2018. Tetapi perjuangan Angie,Nikmatul dan Yohana telah menjadi sejarah baru untuk UNTAG Banyuwangi. Tim “DITCY” berhasil lolos PIMNAS. Menjadi salah satu dari 440 presentasi dari 136 perguruan tinggi se Indonesia. Angka terbanyak dalam sepanjang gelaran PIMNAS. Dengan langkah awal ini, perjuangan Tim PKM Untag Banyuwangi harus dapat dilanjutkan oleh mahasiswa yang lain untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasinya. Semoga dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UNTAG Banyuwangi. Semangat berinovasi!!

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X