Ratusan peserta Kuliah Umum memadati Auditorium Untag Banyuwangi (22/09). Mereka antusias mengikuti kegiatan yang menghadirkan Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal – Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi – Bp. Drs. Samsul Widodo, M.A tentang Pengembangan Ekonomi Digital untuk Produk-produk Pertanian.

Samsul Widodo mendorong petani untuk tetap menghasilkan produk yang bagus dan berkualitas, lalu pemasarannya bisa memanfaatkan teknologi digital. Tidak harus petani sendiri yang menjalankan,bisa melalui anak/saudara yang memasarkan secara online.  Peran Untag, diharapkan ikut ambil bagian melalui inkubasi bisnis yang dimiliki. Dalam hal promosi, mengkurasi bagus/tidaknya produk, dan mengadministrasi.

Petani terus fokus melakukan proses produksi yang baik sehingga menghasilkan produk yang berkualitas. “Sedangkan yang memasarkan secara online adalah anak atau saudara si petani. Anak atau saudara yang bisa membantu memotret lalu mengunggah produk yang mereka hasilkan ke internet,” cetusnya.

Dalam sambutannya, Rektor Untag Banyuwangi – Drs. Andang Subaharianto, M.Hum menyampaikan Banyuwangi mempunyai potensi terkait agro kompleks yang sangat besar. Baik perikanan, pertanian, maupun peternakan. “Ini tidak mungkin untuk tidak “didigitalisasikan”. Karena tuntutan zaman memang seperti itu,” ujarnya.

Ke depan, kata Andang, ekonomi digital merupakan keniscayaan. Karena itu pihaknya menggelar kuliah umum Pengembangan Ekonomi Digital untuk Pemasaran Produk-produk Pertanian. “Tujuannya agar kita tahu lebih bagaimana posisi kita sekarang, apa tantangan dan problematika ke depan,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas,M.Si hadir dalam acara pembukaan Kuliah Umum dan memaparkan perkembangan positif Banyuwangi dihadapan ratusan peserta Kuliah Umum dari mahasiswa,dosen,kelompok tani, dan start up bisnis pemula.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X