Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi (BEM-U) periode 2018/2019 menggelar Seminar Nasional  dan Pidato Kebudayaan 2019 oleh Rektor Untag Banyuwangi dengan tema : “Melawan Lupa : Membaca jejak KKN Orde Baru” di Auditorium UNTAG Banyuwangi (11/02).

Rektor membacakan Pidato Kebudayaan dengan judul “Mengingatkan yang Dilupakan”

PIDATO KEBUDAYAAN 2019
(Disampaikan pada pembukaan Seminar Nasional “Melawan Lupa: Membaca Jejak KKN Orde Baru” yang diselenggarakan oleh BEM Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, 11 Januari 2019)
MENGINGATKAN YANG DILUPAKAN
Andang Subaharianto
Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Hadirin yang terhormat,
Menjelang tahun 2018 berakhir, pikiran saya terusik sesuatu hal. Pertama, saudara Ahmad Basarah, Wakil Ketua MPR RI, dilaporkan ke polisi gara-gara menyebut Soeharto guru korupsi di Indonesia.1 Sebuah sebutan yang dibuat Basarah untuk menanggapi pernyataan Prabowo Subianto saat di Singapura. Calon presiden nomor urut 2 itu mengatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah seperti kanker stadium 4.2
Kedua, saya melihat sejumlah kalangan mulai mengintroduksi paradigma kekuasaan Orde Baru. Mulai berani bicara terbuka dan lantang tentang kehebatan dan kesuksesan Orde Baru. Maka, bagi saya, kasus pemolisian Basarah menarik dikaitkan dengan gejala mulai diintroduksinya paradigma kekuasaan Orde Baru. Karena itu, saya memandang perlu disampaikan sisi lain perihal Orde Baru yang tampaknya mulai dilupakan, yang saya kira, penting buat masa depan kebudayaan Indonesia.

Selengkapnya download PIDATO KEBUDAYAAN REKTOR 2019 “MENGINGATKAN YANG DILUPAKAN”

 

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X