Senyum ManisPenguasa Orde Baru:

Mekanisme Kultural Rezim Otoriter-Koruptif

dan Kebangkitannya di Era Politik Post-truth[1]

(Disampaikan pada Seminar Nasional “Melawan Lupa: Membaca Jejak KKN Orde Baru” yang diselenggarakan oleh BEM Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, 11 Januari 2019)

IKWAN SETIAWAN

Pengajar di Fakultas Ilmu Budaya Univ. Jember

Peneliti Matatimoer Institute

 

Di sebuah ruang kelas sekolah dasar Inpres, seorang guru perempuan setengah baya sedang menerangkan Presiden Suharto sebagai “Bapak Pembangunan” karena di bawah kepemimpinannya Republik Indonesia banyak melakukan pembangunan infrastruktur, dari jalan aspal, waduk irigasi, gedung bertingkat, sekolah, rumah sakit, puskesmas, dan yang lain. Selain itu Pak Harto, begitu para guru biasa menyebutkan namanya, juga membawa Indonesia menuju swasembada pangan sehingga mendapat penghargaan dari FAO, sesuatu yang dikatakan cukup membanggakan. Ujung dari penjelasan Bu Guru adalah bahwa para murid harus mengetahui jasa-jasa Bapak Pembangunan dan harus menghormatinya sebagai pemimpin yang telah membawa Indonesia ke era kemajuan dan kesejahteraan.

Pengantar

Cerita di atas saya pungut dari ingatan masa lalu ketika duduk di sekolah dasar di salah satu dusun di Lamongan. Saya sengaja memungutnya untuk menggambarkan kuatnya pengaruh Presiden Suharto dalam kehidupan masyarakat Indonesia di masa Orde Baru.Salah satu institusi dan aparatus yang digerakkan adalah sekolah dan para guru.

[1] Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional “Melawan Lupa: Membaca Jejek KKN Orde Baru”,  Universitas 17 Agustus 1945, 11 Januari 2019. ………………………

 

Selengkapnya Download IKWAN SETIAWAN – SENYUM MANIS PENGUASA ORDE BARU


Leave a Reply

Your email address will not be published.

X