www.untag-banyuwangi.ac.id – Fakultas Hukum mengundanghadirkan pakar pidana pencucian uang dalam Kuliah Umum yang dilaksanakan Sabtu (12/01) di Ruang F4.

Rudi Mulyanto, SH. MKn, selaku Dekan Fakultas Hukum Untag Banyuwangi, dalam sambutannya menyatakan bahwa, modus operandi pencucian uang (money laundry) kini semakin kompleks dan canggih, tak hanya melibatkan lembaga keuangan nasional tapi juga internasional, Oleh Karena itu, Fakultas Hukum Untag Banyuwangi menggelar Kuliah Umum bertajuk “Tindak Pidana Pencucian Uang, Perdagangan Wanita dan Prostitusi “.

Dalam Kuliah Umum ini, Fakultas Hukum Untag Banyuwangi menghadirkan Prof. Dr. M. Arief Amrullah. SH. M.Hum, untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang money loundry, trafficking dan prostitusi ini pada saat ini lagi marak dan banyak kasus di negeri ini yang dilakukan dengan bermacam cara transaksinya.

Prof. Dr. M. Arief Amrullah. SH. M.Hum, mencontohkan kasus pencucian uang. Pencucian uang adalah upaya untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang atau dana atau harta kekayaan seolah-olah tampak berasal dari kegiatan legal. Kejahatan ini paling dominan dilakukan melalui sistem keuangan seperti memindahkan uang hasil tindak pidana ke perbankan dan pasar modal dalam bentuk deposito, saham, obligasi dan instrumen keuangan lainnya. Masyarakat yang tidak paham akan menjadi sasaran empuk modus pencucian uang.

Oleh karena itu, penting untuk mengedukasi mahasiswa agar memiliki wawasan terhadap segala risiko Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Trafficking dan Prostitusi yang salah satu caranya yaitu dengan menggelar Kuliah Umum yang dihadiri kurang lebih 150 mahasiswa di kampus Untag Banyuwangi.
Mahasiswa yang mengikuti acara Kuliah Umum ini tampak antusias menyimak materi dari Prof. Dr. M. Arief Amrullah. SH. M.Hum, mereka juga aktif mengajukan pertanyaan seputar materi kuliah umum ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X