Suasana auditorium kampus Untag Banyuwangi siang kemarin agak berbeda dari biasanya. Jika hari-hari biasa terlihat lengang, kemarin berubah menjadi ramai. Di tempat tersebut tengah dilangsungkan pelantikan Andang Subaharianto sebagai rektor.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional (Perpenas) 17 Agustus 1945 Banyuwangi Sugihartoyo. Tamu yang hadir sengaja dibatasi karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.
Pelantikan juga dihadiri segenap pengurus Perpenas, pengawas, Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, pejabat struktural, dan keluarga rektor.
Acara pelantikan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Tamu yang datang wajib menggunakan masker. Suhu badan juga dicek pakai thermal gun. Panitia juga menyiapkan hand sanitizer. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, posisi duduk tamu diberi jarak. Di akhir acara, tamu yang datang tidak boleh memberikan ucapan selamat dengan jabat tangan. Ucapan selamat cukup dengan melipatkan tangan di depan dada sembari berdiri.
Andang mengaku jika pelantikan rektor kali ini lebih bergetar dibanding empat tahun silam. Empat tahun lalu, Andang menerima amanat dari Perpenas karena situasi darurat saat itu dilakukan upacara kecil di ruang F4 dengan menerima surat keputusan (SK) untuk memimpin Untag periode 2016-2020. ”Rasanya jika saya bandingkan hari ini, hati ini lebih bergetar dibanding empat tahun silam,” ungkapnya mengawali sambutannya.
Mungkin saja masa yang harus dilampaui, masalah yang harus diselesaikan, hal-hal yang harus dikerjakan dan solusi, indikator, dan strateginya juga jelas. Justru pada masa periode jabatan 2020-2024 amanah sebagai rektor jauh lebih berat. “Karena lebih tidak begitu jelas indikatornya dan ini membutuhkan bukan hanya kesiapan, tetapi juga pemikiran yang lebih,” katanya
Mengawali sambutan, Andang menyampaikan lima hal yang menjadi pokok-pokok pikirannya . Pokok pikiran itu akan dikerjakan empat tahun mendatang. Pertama, masa kali ini akan memasuki masa-masa yang sulit akibat virus korona yang hingga kini belum ada tanda-tanda melandai. “Bukan hanya Banyuwangi dan Indonesia yang akan menerima situasi sulit seperti ini, tapi juga dunia,” ujar Andang.
Mengacu laporan Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2020 minus. Patut bersyukur Indonesia tidak sampai minus melampaui satu persen. Artinya, dunia krisis ekonomi yang hebat dan menurut Bank Dunia yang terjelek sejak perang dunia kedua.
Dengan demikian, kondisi ini tentu akan diikuti penurunan pendapatan yang signifikan, termasuk Indonesia dan Banyuwangi. Bank Dunia juga memprediksi, pada pertengahan tahun 2021, ekonomi baru akan merangkak naik. Jika akurasi prediksi itu mendekati 100 persen, maka posisi setahun ini akan menghadapi masa yang serba sulit. ”Kita akan mendapati perspektif betapa satu tahun ke depan penuh perjuangan, tantangan yang lebih abstrak dibanding berdiri di ruang F4 empat tahun silam,” jelasnya.
Pengaruhnya, tentu pada bidang pendidikan dan perguruan tinggi. Kondisi ini akan sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan di perguruan tinggi. Pandemi virus korona telah memaksa umat di dunia memasuki kehidupan baru atau cara hidup baru. Termasuk dalam pengelolaan lembaga pendidikan tinggi. ”Pada bulan Februari masih asing dengan zoom. Hari ini kita sudah akrab dengan zoom. Jika pandemi ini berakhir besok pagi, apakah zoom akan ditinggal. Saya yakin tidak, ini hanya soal percepatan dan virus korona mempercepatnya,” terang Andang.
Era baru dan teknologi baru saat ini adalah sebuah keniscayaan, yang tidak bisa dihindari serta tak bisa ditutupi. Maka tentu akan menyaksikan bagaimana kehidupan kenormalan baru dalam pembelajaran. Proses pembelajaran dalam jaringan (daring) akan diteruskan sampai semester ganjil tahun akademik tahun 2020-2021. Karena itu Untag Banyuwangi juga harus mengikuti. “Yang ingin saya tekankan, teman-teman para dosen kita semua harus siap dengan era baru. Calon mahasiswa juga akan mempertimbangkan hal-hal bentuk pembelajaran perkembangan teknologi terbaru,” beber Andang.
Untag Banyuwangi memutuskan, tahun ajaran yang akan datang menggunakan kurikulum tahun 2020. Panduannya masih dalam proses yang terus dimatangkan oleh tim. Yakni kurikulum yang memadukan antara kurikulum berbasis Kerangka Kompetensi Mahasiswa Indonesia (KKMI) dan kebijakan atau program merdeka belajar kampus merdeka yang diinisiasi Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas).
Kebijakan kampus merdeka, lanjut Andang, adalah memberikan hak tiga semester untuk mahasiswa belajar di luar program bidang studinya, satu semester hak belajar di ruang program studi tapi masih dalam kampus yang sama.
Sementara dua semester hak belajar di luar di perguruan tingginya baik negeri maupun swasta. ”Jadi tidak usah kaget jika kalau ada mahasiswa Untag Banyuwangi akan ambil hak itu menempuh kuliah di Universitas Jember, Universitas Gajah Mada dan yang lainya. Ini hak, bisa diambil dan bisa tidak,” tegasnya.
Itulah yang disebut Andang ”Berenang di lautan, jangan berenang di kolam renang”. Jika berenang di kolam tidak akan ketemu dengan gelombang besar dan ikan hiu. Tapi, jika berenang di lautan akan ketemu dengan ikan dan gelombang besar dan itu diberikan selama tiga semester. Tantangan sistem pembelajaran itu juga harus disiapkan dengan sebaik-baiknya.
Ketua Perpenas Banyuwangi Sugihartoyo mengatakan, dalam momentum pelantikan rektor kali ini harus diberi garis tebal. Sebab, untuk pelantikan, Badan Penyelenggara ada dua hal yang sangat penting. ”Ada yang menggembirakan dan memprihatinkan,’’ kata Sugihartoyo.
Momentum yang menggembirakan, ungkap Sugihartoyo, dua bulan lalu Badan Penyelenggara telah mendapatkan putusan resmi legal formal dari Mahkamah Agung. Di mana, proses hukum yang telah dijalani empat tahun lebih telah tuntas. ”Dengan demikian eksistensi legal formal telah kita dapatkan dengan baik dan benar,’’ tegasnya.
Momentum kedua, kata Sugihartoyo, di kala menerima putusan dengan gembira, satu minggu kemudian mendapatkan informasi yang cukup memprihatinkan dengan situasi pandemi virus korona. “Yang perlu direnungkan dengan seksama agar seluruh keluarga besar Perpenas menyikapi dengan baik dengan benar,” pesannya.
Sugihartoyo juga menyampaikan terima kasih kepada rektor yang telah menyampaikan lima pokok pikirannya. Khusus poin ketiga dan keempat, Badan Penyelenggara telah memikirkan dengan seksama, salah satunya dengan memiliki Sumbers Daya Manusia (SDM) yang berkompeten bidang informasi teknologi.
Dia menginginkan ada dua hingga tiga orang ahli bidang IT yang profesional dan satu orang analis. Mereka diharapkan bisa memberikan umpan balik kemajuan lembaga di Perpenas utamanya Untag. ”Maka cara berpikir harus komprehensif tak lagi berpikir parsial dalam menyongsong pembelajaran era baru ini,” pungkasnya.

(Radar Banyuwangi, 18 Juni 2020)

X