Haul Bung Karno ke-50 yang diinisasi Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi kemarin lusa (21/6/2020) diikuti oleh puluhan mahasiswa, dosen, serta para siswa, dan masyarakat umum. Haul ke–50 Bung Karno yang diperingati secara virtual (online), berlangsung khidmat. Salawat dikumandangkan sepanjang acara. Malam Peringatan Haul Bung Karno ke-50 yang diselenggarakan Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan bersama Pusat Penerbitan dan Publikasi Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi tersebut diawali dengan dzikir dan doa bersama, diikuti deretan seremonial pembukaan dan pembacaan puisi secara virtual.

Rektor Universitas 17 Agustus 1945, Drs. Subaharianto, M. Hum dalam sambutannya berharap agar peringatan serupa bisa kembali digelar tahun-tahun berikutnya. Acara yang hanya dipersiapkan kurang dari satu minggu tersebut diharapkan mampu membangkitkan nasionalisme bangsa. Sekaligus menambahkan semangat cinta tanah air untuk mengisi kemerdekaan dengan hal positif berwujud semangat kebangsaan. Hadir pula Dewan Kesenian Banyuwangi, Iqbal Baraas, yang terus memberi semangat kepada para peserta untuk meneladani dan tak berhenti untuk berliterasi serta menggali sosok Bung Karno, dalam kesempatan itu pula beliau membacakan puisi tentang Bung Karno yang dibuatnya tahun 1994.

Selain itu, Pusat Penerbitan dan Publikasi Universitas 17 Agustus (Untag B-Press) Banyuwangi me-launcing buku Antologi Puisi Bung Karno dan Anak bangsa, yang ditulis oleh 101 peserta dari seluruh Indonesia. Terpilih 10 peserta dengan puisi terbaik versi panitia membacakan puisinya sebagai rangkaian acara inti pada Haul Bung Karno; Kahfinzu Rivy siswa SDN MODEL BWI, Alivea Nurinda siswi SMPN 2 BWI, Puput Ayu Utami siswi SMAN 1 BWI, Aisha Djody Shanata siswi SMAN 1 GIRI, Ahmad Musaddad pemuda Banyuwangi, Ridho Alayka Nashrulloh mahasiswa Untag Banyuwangi, Riatiningsih mahasiswi Universitas Negeri Jember, Ecci Ayu Pujaanti guru MAN 1 Jember, Rini Damayanti dosen Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, serta Zakky El Fayed Pegawai Bank BUMN di Banyuwangi. Tercatat peserta-peserta tersebut berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai SD, SMP, SMA, mahasiswa, karyawan, dan umum (Universitas Satyagama Jakarta, STIT Bina Putera Kota Banjar, Jawa Barat, Padhepokan Panarukti Pancasila Merah Putih Desa Mangunan, Blitar, Universitas PGRI Madiun, SMPN1 Bondowoso, SMKN 3 Buduran, Sidoarjo, SMAN 1 Pasirian, Lumajang, SMKN 2 Jember, SMAN 1 Tanggul, Jember, SMAN Rambipuji Jember, SMAN 1 Glagah Banyuwangi, SMAN 1 GIRI, SMAN 1 Banyuwangi, SMK NEGERI IHYA’ ULUMUDIN Banyuwangi, SD Al-Irsyad Al-Islamiyah Banyuwangi, SDN Model Banyuwangi, SDN Model Banyuwangi,  juga Banker BUMN Banyuwangi).

Bapak Rektor Drs. Andang Subaharianto, M. Hum, menyatakan bahwa puisi dengan kekuatan kata di dalamnya, tidak hanya bisa menjadi sarana untuk mengenali menuangkan pikiran-pikiran para penulis puisi itu terhadap Bung Karno, tetapi juga puisi itu nanti kita baca dan dibaca masyarakat pada umumnya tersebut bisa memberikan sekaligus menularkan semangat, motivasi, dan gagasan-gagasan yang konstruktif untuk masyarakat dan bangsa Indonesia.“Kami juga berharap puisi-puisi tentang Bung Karno yang mereka tulis dapat menambah ghiroh perjuangan dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila, serta kepahlawanan, apalagi di masa Pandemi seperti sekarang ini”, Muttafaqur Kepala Pusat Penerbitan dan Publikasi Untag Banyuwangi menambahkan.

X